Responsive Banner design

Sebagian Foto Server Pusat Internet Dunia (GOOGLE)


Di bawah ini Beberapa foto dari Server Google ini diambil oleh Fotografer Connie Zhou.
Yang mana bukan sembarang orang yang dapat atau bisa diberi akses untuk mengambil gambar dari Server Google ini. 
Pada tiap-tiap negara, Google memiliki server tersendiri untuk nantinya dapat diakses oleh Negara yang bersangkutan. Jadi Sifat data dari Google sendiri menggunakan Cloud Computing.
Dan mari kita melihat Pusat Layanan Data Google beberapa negara yang pengaruhnya sangat besar didunia.
Pusat Layanan Data Google ini berada di Council Bluffs, Iowa (Negara bagian Amerika Serikat)






Dalam sebuah gedung Terdapat ribuan rak-rak server yang disusun secara rapi yang diantara penyimpanan data tersebut dihubungkan menjadi satu kesatuan data yang disebut dengan Server, yang mencakup seluruh bagian dari semua data.
Foto Server Google (Source image: conniezhou.com)
Server Google tidak hanya berisikan rak-rak server saja, akan tetapi tentu ada beberapa bagian yang difungsikan sebagai tujuan untuk menstabilkan atau bahkan sebagai power dari hidupnya server tersebut.

Sebagaimana kita ketahui, server tentunya juga membutuhkan daya listrik, kelembaban diruang server, maupun kestabilan-kestabilan lainnya yang sangat perlu untuk dijaga.
Dan dapat kita ketahui juga, dimana Server Google sampai saat ini tidak pernah atau belum pernah terdengar mati atau bahkan Down.


Pipa warna-warni ini bertugas membawa (memasukkan) dan mengeluarkan air di data center kota Oregon, Amerika. Pipa berwarna biru membawa air dingin, pipa merah membawa air hangat untuk didinginkan.




Facebook Groups Akan Dilewati Iklan




Sedikit info bagi pengguna jejaring sosial Facebook, bahwasanya pada pertengahan tahun 2017 mendatang aliran iklan pada linimasa Facebook bakal maksimal. Jejaring sosial terbesar itu membutuhkan lahan baru diperuntukkan menampung konten komersial atau iklan.

Facebook Groups dipilih sebagai lahan barunya, karena dianggap cocok menampung pertumbuhan iklan yang kian agresif. Hal ini disampaikan perwakilan Facebook dalam sebuah pernyataan resmi.

Pertumbuhan iklan yang semakin agresif maka Facebook groups dipilih menjadi lahannya. Sebagaimana yang telah di sampaikan dari perwakilan Facebook dalam pernyataan resmi.
"Kami mulai menampilkan iklan di Facebook Groups dan akan mengevaluasi respons pengguna terhadap inisiasi tersebut," kata perwakilan facebook sebagaimana yang telah dilaporkan TechCrunch pada Rabu (12/11/2016).

Adapun beberapa negara yang telah di lakukan ujicoba diantaranya Australia, Kanada, Irlandia, dan Selandia baru. Jika responnya positif maka kedepanya seluruh pengguna Facebook di jagat raya akan menemukan iklan di berbagai groups dalam Facebook.

Adapun format iklan pada groups Facebook akan sama dengan linimasa yang mana kontennya disesuaikan dengan suatu group supaya sifatnya kontekstual bagi para anggota group.

Misalnya grup klub sepak bola Fc Barcelona. Bisa saja iklan yang dipasang berhubungan dengan produk olahraga, tiket nonton pertandingan Barcelona, atau hal-hal lain yang dianggap menarik minat para pendukung Fc Barcelona

Facebook makin gencar menaruh iklan

Upaya Facebook memonetisasi layanannya patut diacungi jempol. Bermula dari linimasa, layanan tersebut mampu mencari celah potensial untuk menyajikan iklan.

Baru-baru ini Facebook juga mulai menayangkan iklan di tengah-tengah video pada fitur Live. Mekanismenya kurang lebih sama dengan iklan pada YouTube.

Tidak hanya itu, pada Messenger Facebook juga turut dijadikan lahan mengumpulkan uang via iklan. Yang mana sponsor memberikan pesan-pesan telah mulai di munculkan di aplikasi mesengger tersebut

Facebook tak mengumbar berapa iklan yang terakomodir di layanannya saat ini dan prediksi hingga 2017 mendatang. Namun, agaknya jumlahnya cukup masif sehingga layanan bernuansa biru itu perlu memutar otak untuk mencari lahan pengeruk duit baru.

Pada tahun 2014 saja, sudah ada 500 juta lebih pengguna yang aktif dan menginstal aplikasi groups yang berdiri sendiri. maka tak heran apabila groups Facebook fitur yang sangat potensial untuk di jejali iklan.

Setelah ini, kira kira apa lagi upaya Facebook untuk memenuhi pundi-pundi uangnya?

Aplikasi iOS mudah di serang malware daripada ANDROID

     Pada sistem setiap handphone atau smartphone, sistem android sering disebut lebih rentan terkena serangan malware. Namun ketika berbicara aplikasi,Sistem iOS diklaim lebih banyak punya celah terkena malware daripada aplikasi yang berjalan pada sistem android.
     Pada saat ini pendapat yang berkembang di masyarakat bahwa iOS itu secara sistem operasinya lebih aman karena sangat tertutup. sehinnga apple punkini membatasi fungsi-fungsi ponsel yang dapat diakses oleh aplikasi. Belum juga penyaringan beberapa aplikasi yang akan masuk ke dalam App store terkenal sangat sulit. Tapi menurut Checkmarx dan AppSec Labs yng demikian tidak sepenuhnya benar, Demikian ini dikutip dari Phone Arwna, pada rabu (11/11/2015)
     Menurut dua perusahaan keamanan mobile tersebut, 40% celah keamanan yang ada di aplikasi iOS terbilang berbahaya. Ketimbang pada Android yang hanya 36% dari seluruh celah keamanan yang dikatakan mengancam.
     Dua Perusahaan itu juga melaporkan dan menyebutkan bahwa rata-rata aplikasi mobile mempunyai 9 celah keamanan dan aplikasi iOS punya lebih banyak celah di bandingkan android, yang sayangnya mereka tak mau menyebutkan jumlah celah keamanan tersebut.
     Secara keseluruhan celah keamanan itu terdapat pada pembocoran informasi pribadi, sekitar 27%. Di bawahnya, sekitar 23%, adalah otentifikasi ID dan masalah otorisasi. Yang Sisanya adalah kelemahan kriptografi, membocorkan informasi teknis, dan lainnya.