Responsive Banner design
Home » , , » MENGENAL LEBIH DEKAT GUS BAHA' ( KH.BAHAUDDIN NURSALIM )

MENGENAL LEBIH DEKAT GUS BAHA' ( KH.BAHAUDDIN NURSALIM )

GUS BAHA' AHLI TAFSIR ASLI DIDIKAN ULAMA' NUSANTARA

🍂Salah satu santri mbah maimoen zubair Sarang yang ahli tafsir
🍂Salah satu dewan ahli tafsir Nasional yang berlatar belakang Non formal
🍂Salah satu ahli tafsir yang mondoknya cuman di nusantara

🌿 dengan membaca profil beliau ini mari kita bangga jadi santri 🌿

☁☁☁☁☁☁☁☁

Pernah pada sebuah kesempatan,
Prof. Quraisy Syihab berkata
"Sulit ditemukan orang yang sangat memahami dan hafal detail-detail Al-Qur'an hingga detail-detail fiqh yang tersirat dalam ayat-ayat Al-Qur'an seperti Pak Baha'.

"KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih akrab dipanggil Gus Baha' adalah putra seorang ulama' ahli Qur'an KH. Nursalim Al-Hafizh dari Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah, sebuah desa di pesisir utara pulau jawa.

KH. Nursalim adalah murid dari KH. Arwani Al-Hafizh Kudus dan KH. Abdullah Salam Al-Hafizh Pati.
Dari silsilah keluarga ayah beliau inilah terhitung dari buyut beliau hingga generasi ke-empat kini merupakan ulama'-ulama' ahli Qur'an yang handal.

Silsilah keluarga dari garis ibu beliau merupakan silsilah keluarga besar ulama' Lasem, Bani Mbah Abdurrahman Basyaiban atau Mbah Sambu yang pesareannya ada di area Masjid Jami' Lasem, sekitar setengah jam perjalanan dari pusat Kota Rembang.

PENDIDIKAN

Gus Baha' kecil memulai menempuh gemblengan keilmuan dan hafalan Al-Qur'an di bawah asuhan ayahnya sendiri.

Hingga pada usia yang masih sangat belia, beliau telah mengkhatamkan Al-Qur'an beserta Qiro'ahnya dengan lisensi yang ketat dari ayah beliau. Memang, karakteristik bacaan dari murid-murid Mbah Arwani menerapkan keketatan dalam tajwid dan makhorijul huruf (GB, Feb '13).

Menginjak usia remaja, Kiai Nursalim menitipkan Gus Baha' untuk mondok dan berkhidmat kepada Syaikhina KH. Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar Karangmangu, Sarang, Rembang, sekitar 10 km arah timur Narukan.

Di Al Anwar inilah beliau terlihat sangat menonjol dalam fan-fan ilmu Syari'at seperti Fiqih, Hadits dan Tafsir.

Hal ini terbukti dari beberapa amanat prestisius keilmiahan yang diemban oleh beliau selama mondok di Al Anwar, seperti Rois Fathul Mu'in dan Ketua Ma'arif di jajaran kepengurusan PP. Al Anwar.

Saat mondok di Al Anwar ini pula beliau mengkhatamkan hafalan Shohih Muslim lengkap dengan matan, rowi dan sanadnya.
Selain Shohih Muslim beliau juga mengkhatamkan hafalan kitab Fathul Mu'in dan kitab-kitab gramatika arab seperti 'Imrithi dan Alfiah Ibnu Malik.

Menurut sebuah riwayat, dari sekian banyak hafalan beliau tersebut menjadikan beliau sebagai santri pertama Al Anwar yang memegang rekor hafalan terbanyak di era beliau.

Bahkan tiap-tiap musyawarah yang akan beliau ikuti akan serta merta ditolak oleh kawan-kawannya, sebab beliau dianggap tidak berada pada level santri pada umumnya karena kedalaman ilmu, keluasan wawasan dan banyaknya hafalan beliau.

Selain menonjol dengan keilmuannya, beliau juga sosok santri yang dekat dengan kiainya.
Dalam berbagai kesempatan, beliau sering mendampingi guru beliau Syaikhina Maimoen Zubair untuk berbagai keperluan.
Mulai dari sekedar berbincang santai, hingga urusan mencari ta'bir dan menerima tamu-tamu ulama'-ulama' besar yang berkunjung ke Al Anwar.
Hingga beliau dijuluki sebagai santri kesayangan Syaikhina Maimoen Zubair.

Pernah pada suatu ketika beliau dipanggil untuk mencarikan ta'bir tentang suatu persoalan oleh Syaikhina. Karena saking cepatnya ta'bir itu ditemukan tanpa membuka dahulu referensi kitab yang dimaksud, hingga Syaikhina pun terharu dan ngendikan "Iyo ha'... Koe pancen cerdas tenan" (Iya ha'... Kamu memang benar-benar cerdas).

Selain itu Gus Baha' juga kerap dijadikan contoh teladan oleh Syaikhina saat memberikan mawa'izh di berbagai kesempatan tentang profil santri ideal. "Santri tenan iku yo koyo baha' iku...." (Santri yang sebenarnya itu ya seperti baha' itu....) begitu kurang lebih ngendikan Syaikhina yang riwayatnya sampai ke penulis.

Dalam riwayat pendidikan beliau, semenjak kecil hingga beliau mengasuh pesantren warisan ayahnya sekarang, beliau hanya mengenyam pendidikan dari 2 pesantren, yakni pesantren ayahnya sendiri di desa Narukan dan PP. Al Anwar Karangmangu.

Pernah suatu ketika ayahnya menawarkan kepada beliau untuk mondok di Rushoifah atau Yaman. Namun beliau lebih memilih untuk tetap di Indonesia, berkhidmat kepada almamaternya Madrasah Ghozaliyah Syafi'iyyah PP. Al Anwar dan pesantrennya sendiri LP3IA.


KEPRIBADIAN

Setelah menyelesaikan pengembaraan ilmiahnya di Sarang,beliau menikah dengan seorang Neng pilihan pamannya dari keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur. Ada cerita menarik sehubungan dengan pernikahan beliau. Diriwayatkan, setelah acara lamaran selesai, beliau menemui calon mertuanya dan mengutarakan sesuatu yang menjadi kenangan beliau hingga kini. Beliau mengutarakan bahwa kehidupan beliau bukanlah model kehidupan yang glamor, bahkan sangat sederhana.

Beliau berusaha meyakinkan calon mertuanya untuk berfikir ulang atas rencana pernikahan tersebut.
Tentu maksud beliau agar mertuanya tidak kecewadi kemudian hari. Mertuanya hanya tersenyum dan menyatakan "klop" alias sami mawon kalih kulo.

Kesederhanaan beliau ini dibuktikan saat beliau berangkat keSidogiri untuk melangsungkan upacara akad nikah yang telah ditentukan waktunya. Beliau berangkat sendiri ke Pasuruan dengan menumpang bus regular alias bus biasa kelas ekonomi. Berangkat dari Pandangan menuju Surabaya, selanjutnya disambung bus kedua menuju Pasuruan. Kesederhanaan beliau bukanlah sebuah kebetulan, namun merupakan hasil didikan ayahnya semenjak kecil.

Beliau hidup sederhana bukan karena keluarga beliau miskin. Dari silslah keluarga beliau dari pihak ibu, atau lebih tepatnya lingkungan keluarga di mana beliau diasuh semenjak kecil,tiada satu keluargapun yang miskin.

Bahkan kakek beliau dari jalur ibu merupakan juragan tanah di desanya. Saat dikonfirmasi oleh penulis perihal kesederhanaan beliau, beliau menyatakan bahwa hal tersebut merupakan karakter keluarga Qur'an yang dipegang erat sejak zaman leluhurnya.

Bahkan salah satu wasiat dari ayahnya adalah agar beliau menghindari keinginan untuk menjadi 'manusia mulia' dari pandangan keumuman makhluk atau lingkungannya.

Hal inilah yang hingga kini mewarnai kepribadian dan kehidupan beliau sehari-hari.

Setelah menikah beliau mencoba hidup mandiri dengan keluarga barunya. Beliau menetap di Yogyakarta sejak 2003. Selama di Yogya, beliau menyewa rumah untuk ditempati keluarga kecil beliau, berpindah dari satu lokasi kelokasi lain. Semenjak beliau hijrah ke Yogyakarta, banyak santri-santri beliau di Karangmangu yang merasa kehilangan induknya.

Hingga pada akhirnya mereka menyusul beliau ke Yogya danurunanatau patungan untuk menyewa rumah di dekat rumah beliau. Tiada tujuan lain selain untuk tetap bisa mengaji kepada beliau.

Ada sekitar 5 atau 7 santri mutakhorijin Al Anwar maupun MGS yang ikut beliau ke Yogya saatitu.

Saat di Yogya inilah kemudian banyak masyarakat sekitar beliau yang akhirnya minta ikut ngaji kepada beliau.

Pada tahun 2005 ayah beliau KH. Nursalim jatuh sakit. Beliau pulang sementara waktu untuk ikut merawat ayah beliau bersama keempat saudaranya.

Namun siapa sangka, beberapa bulan kemudian Kiai Nursalim wafat. Gus Baha' tidakdapat lagi meneruskan perjuangannya di Yogya sebab beliau diamanahi oleh ayah beliau untuk melanjutkan tongkat estafet kepengasuhan di LP3IA Narukan.

Banyak yang merasa kehilangan atas kepulangan beliau ke Narukan.
Akhirnya para santri beliaupun.sowan dan meminta beliau kerso kembali ke Yogya.

Hingga pada gilirannya beliau bersedia namun hanya satu bulan sekali, dan itu berjalan hingga kini. Selain mengasuh pengajian, beliau juga mengabdikan dirinya di Lembaga Tafsir Al-Qur'an Universitas Islam Indonesa (UII) Yogyakarta.
REPUTASI KEILMUAN Selain Yogyakarta beliau juga diminta untuk mengasuh PengajianTafsir Al-Qur'an di Bojonegoro, Jawa Timur.
Di Yogya minggu terakhir, sedangkan di Bojonegoro minggu kedua setiap bulannya.

Hal ini beliau jalani secara rutin sejak 2006 hingga kini.
Di UII beliau adalah Ketua Tim Lajnah Mushaf UII.

Timnya terdiri dari para Profesor, Doktor dan ahli-ahli Al-Qur'an dari seantero Indonesia seperti Prof. Dr. Quraisy Syihab, Prof. Zaini Dahlan, Prof. Shohib dan para anggota Dewan Tafsir Nasional yang lain.

Suatu kali beliau ditawari gelar Doctor Honoris Causa dari UII, namun beliau tidak berkenan. Dalam jagat Tafsir Al-Qur'an di Indonesia beliau termasuk pendatang baru dan satu-satunya dari jajaran Dewan Tafsir Nasional yang berlatar belakang pendidikan non formal dan non gelar.

Meski demikian, kealiman dan penguasaan keilmuan beliau sangat diakui oleh para ahli tafsir nasional.

Hingga pada suatu kesempatan pernah diungkapkan oleh Prof. Quraisy bahwa kedudukan beliau di Dewan Tafsir Nasional selain sebagai Mufassir, juga sebagai Mufassir Faqih karena penguasaan beliau pada ayat-ayat ahkam yang terkandung dalam Al-Qur'an. Setiap kali lajnah 'menggarap' tafsir dan Mushaf Al-Qur'an,

posisi beliau selalu di 2 keahlian, yakni sebagai Mufassir seperti anggota lajnah yang lain, juga sebagai Faqihul Qur'an yang mempunyai tugas khusus mengurai kandungan fiqh dalam ayat-ayat ahkam Al-Qur'an.

70 comments:

  1. Mugi saged nulari ilmu soho kepribadian Gus Baha' dateng kulo lan keluargo kulo...
    Amiin...

    ReplyDelete
  2. Mugi mugi saikh Baha tansah pinaringan kesihatan,hidayah lan rokhmat saking Alloh S.W.T. Aaamiiin

    ReplyDelete
  3. mugi tansah pinaringan sehat gus

    ReplyDelete
  4. Alkhamdulillah. . . Mugi diparingi sehat lan saget ngucal

    ReplyDelete
  5. gus baha ilmunya luar biasa semoga bisa bertemu beliau

    ReplyDelete
  6. Smoga sehat terus nggih gus...
    Smoga rmdhn thn 2019 bisa ngaji bareng gus Baha...aaamin

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah bisa ikut ngaji dg beliau di acara silanas qiroati di karimunjawa tgl 5 april kemarin

    ReplyDelete
  8. Salam kenal Gus Baha.... kulo saking Tuban Jatim Gus

    ReplyDelete
  9. Min mo nanya, gus baha tuh ngasuh pondok ga sekarang?

    ReplyDelete
  10. Mugi putra kulo Saget kados Gus baha...Amii Amiiii

    ReplyDelete
  11. Tempat pengajian di Jogja di mana gih ?

    Suwun

    ReplyDelete
  12. subahanallah. tulisan2 gus baha bisa di baca di sini http://smarttekhno.com/kumpulan-tulisan-gus-baha/

    ReplyDelete
  13. Apakah Gus Baha juga menyediakan alamat email untuk konsultasi ilmu agama? Kalo iya, tolong saya diberi alamat email nya ke WA 085293307268.
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  14. Semoga sehat selalu gus baha amien

    ReplyDelete
  15. Mugi- mugi selalu diparingi sehat kaleh Gusti Pangeran. Aamiin

    ReplyDelete
  16. Subhanallah...muga2 Gus bahs santiasa di beri kesehatan dan panjang umur .amin

    ReplyDelete
  17. Allohummaghfir lahu wa thowwil umrohul. Mugi tambah berkah ilmu lumeber kito sedoyo Amiiin

    ReplyDelete
  18. Assalamualaikum Gus Baha'
    Salam Hormat dan Salam Kenal.
    Nyuwun Doa pangestunipun mugo ndadosno kulo lan kelurga angsal keberkahan Gesang ing Ndalem Gusti Allah.

    ReplyDelete
  19. Setiap melihat ngaji Gus Baha di youtube saya selalu bawa buku catatan. Takut kalo ada yg lupa. Nyuwun dongane mbah Baha. Mugi angsale kulo ngasak/luru ilmu saget barokah... Àamiin..

    ReplyDelete
  20. Semoga sehat selalu Gus Baha..
    Kulo nderekkk...

    ReplyDelete
  21. Smg Gus Baha' sll diberi kesehatan dan kekuatan,sehingga ilmu2nya,tulisan2nya sll mencerahkan bg sy khususnya yg msh dangkal ttg ilmu agama

    ReplyDelete
  22. Mohon maaf, untuk pengajian yg di bojonegoro tepatnya didaerah mana, mungkin admin atau yg lain ada yg tau. kepingin ngaji. Terimakasih

    ReplyDelete
  23. Nyuwun alamat ngaos Bojonegoro nggih Gus

    ReplyDelete
  24. Derek luweh tepang kaleh gus baha, mugi2 saget sowan lan silaturrahmi dateng dalemipon

    ReplyDelete
  25. Terimakasih artikel ini sangat bermanfaaat

    perkenalkan nama saya Robiyun 1722500111 dari Kampus Stmik atmaluhur pangkal pinang
    silakan ya Kunjungi website kampus saya (https://www.atmaluhur.ac.id)

    ReplyDelete
  26. mugi tansah kinaringan sehat. nggeh gus. 🙂

    ReplyDelete
  27. Semoga Gus Baha selalu dalam keadaan sehat dan selamat

    ReplyDelete
  28. Kepareng Nderek ngalap berkahipun Gus Baha'

    ReplyDelete
  29. assalamu alaikum, saya insya allah berniat ketemu beliau, semoga anak saya di karuniai keilmuan dan keimanan ketaqwaan seperti beliau, aamiin

    ReplyDelete
  30. Mugi gus baha panjang umur n sehat selalu . Aminn

    ReplyDelete
  31. Sangat luar biasa jasa gus baha www.klgpills.net

    ReplyDelete
  32. Alhamdulillah gus njenengan saget dados inspirasi kulo lan mbeto rahmat Alloh kagem kulo mugi berkah gus

    ReplyDelete
  33. Subhanalloh..... Sehat terus gus,,,

    ReplyDelete
  34. panjang umur gus����
    xP

    ReplyDelete
  35. Subhanalloh.. Wali milenial,, wong keren.. Alhamdulillah

    ReplyDelete
  36. Subhanalloh.. Wali milenial,, wong keren.. Alhamdulillah

    ReplyDelete
  37. Smga bisa ikut ngaji Gus baha aminn

    ReplyDelete
  38. Mugi sehat selalu njeh gus... Amin ya Robb....


    Ati ayem lak ningali gus baha

    ReplyDelete
  39. Izin copy paste untuk buat video tentang bio gus baha ??

    ReplyDelete
  40. Mugi gusti patingi Sehat selalu kiyayi gus bahanudin mursalin
    Ajeng nitip mondok putro kulo
    Ananda muhammad rozaq al abror

    ReplyDelete
  41. Mugi gusti pangeran ALLAH SWT paringi kesehatan, panjang umur
    Kangem KH.GUS BAHANUDIN NURSALIM

    ReplyDelete
  42. Alhamdulillah
    Sehat wal'afiat & Penuh keberkahan selalu bagi Gus Baha beserta keluarga juga para santrinya

    ReplyDelete
  43. Sehat wal'afiat kyai, smoga saya bisa berpengalaman sowan ke yai..

    ReplyDelete
  44. sebelumnya saya minta maaf..sebelum saya mengenal gus baha...saya pernah bermimpi dgn ciri2 seperti beliau..akhirnya saya mencari2..akhirnya saya yakin gus baha la orangnya...itu saja pengalaman saya..mohon maaf bila tidak berkenan

    ReplyDelete
  45. wong kok bisa ngono crdase mngane apa yh

    ReplyDelete
  46. Bangga adanya beliau...
    Gk salah Allah ciptakan gus baha...
    = )

    ReplyDelete
  47. assalamualaikum.
    ad nomer hp wA yg bs di hubungi gk.
    khususnya pendamping beliau..

    ReplyDelete
  48. Masya Allah...bersyukur kpd Allah SWT dg memberi kesejukan n ketenangan umat Islam Indonesia melalui ulama abror ini setelah gurunya mbah Moen wafat. Smg amanah gus Baha Dan semga Allah selalu menjagamu...aamiin.

    ReplyDelete
  49. Alhamdulillah...bisa mengenal Gus Baha, Semoga ilmu yang saya dapat dari Beliau Berkah dan bermanfaat, Aamiin.

    ReplyDelete
  50. Semoga Allah swt, memunculkan Gus Baha Gus Baha yg lain, sehingga islam dan Umat islam akan berlangsung bijak, amanah dan damai dlm lindungan ilahi robby

    ReplyDelete
  51. Gus Baha' disamping keturunan beliau itu (Macan lan singo), maksudipun Ayah, Ibu dan mbah mbahnya itu ulama2 kuat semua, dr segi ilmu, iman n ihsan. Sy sangat yakin, haqqul yakin beliau itu dari kecil selain semangat belajarnya tinggi, yg tdk kalah adalah riyadloh beliau juga sangat kuat, mudah2 an kita2 dan anak2 kita bisa menfikuti jejak, langkaj beliau Amiin

    ReplyDelete
  52. maaf admin mbh sambu lasem itu bukan basyaiban(baalawi) akan tetapi assyaiban(adzmathkan) yg bernasab ke joko tingkir smp k syarif hidayatullah.
    beda assyaiban dgn basyaiban,kedua duanya punya nm yg sm tp jalur marga silsilahnya berbeda,mohon diralat dan dikaji ulang data2nya.

    ReplyDelete
  53. Barangkali ada yg bantu kasih wasilah supaya saya bisa bertemu lgsg dgn gus baha

    ReplyDelete
  54. Saya cinta gus baha munurut akal saya Dia adalah waliAllah

    ReplyDelete
  55. Asalamualaikum gus.. Saya pengen banget ketemu gus baha.. Di mana saya bisa ketemu panjenengan gus

    ReplyDelete
  56. Assalamu'alaikum gus....salam hormat dan salam kenal dr kami...

    ReplyDelete